diklat, bantuanhukum, nonlitigasi

Prima Alumga lapor polisi terjadi aksi pencurian buah sawit di perkebunan milik PT. KLK Group

Awalindo.com – Aksi pencurian dan pembakaran yang semakin merajalela di perkebunan sawit PT. Prima Alumga, di Kabupaten Mesuji, terus mendapat sorotan.

Akhirnya, Kapolres Mesuji, AKBP. Muhammad Harris, SIK., memberikan tanggapan kepada awak media.

Kepada wartawan, kapolres mengatakan jika pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.

Ia mengakui beberapa kali terjadi pencurian tandan buah segar (TBS) di perkebunan sawit milik perusahaan PT. KLK Group itu.

“Ya benar. Sedang kita dalami informasinya,” ujarnya, Kamis (19/12/2024).

Orang nomor satu di Polres Mesuji itu juga mengungkapkan sebelumnya juga terjadi aksi pencurian serupa di wilayah kebun tersebut.

Namun aksi dari pencuri berhasil digagalkan aparat gabungan yang melakukan PAM di perusahaan itu.

Diberitakan sebelumnya, perkebunan sawit PT. Prima Alumga di Kecamatan Mesuji Timur, terus dicuri warga. Hingga terakhir kemarin malam, empat perahu klotok berisi TBS curian berhasil digagalkan satpam dibantu PAM Marinir.

Salah satu satpam, Hasanuddin, mengungkapkan jika pencurian berhasil digagalkan pada Pukul 01.00 dini hari.

Saat patroli, kata Hasanuddin, ia dan rekan melihat sorotan senter di dalam kebun.

Lalu ia langsung laporkan peristiwa tersebut dan meminta bantuan PAM Marinir untuk cek lokasi.

Di lokasi, ungkap dia, ditemukan empat perahu berisi TBS tertambat dipinggir sungai.

“Kami yakin, para pelaku masih sembunyi di kebun kami. Jadi, kami amankan buah sawitnya. Kalau perahu sengaja kita tinggalkan,” katanya.

Dari keterangan Humas PT. Prima Alumga, Dika, jika pencurian di wilayahnya sudah terjadi sejak Mei 2024 lalu.

Sejak awal pihaknya sudah laporkan ke kepolisian. Kemudian, aksi makin masif pada Juni 2024 sampai saat ini.

Parahnya, jika sebelumnya dilakukan malam hari, sejak Juli para pencuri melakukan siang hari.

“Tidak jarang pekerja panen perusahaan malah diusir para pencuri dengan menodongkan pistol,” katanya.

Ia bahkan mengungkapkan pernah ditodong langsung empat pucuk pistol di kepalanya saat menemui para pencuri agar pergi dari lokasi.

“Saya sudah ga bisa apa-apa. Anggota polisi saja waktu itu ditodong, apalagi saya,” ujarnya.

Mengenai peristiwa tersebut, Dika mengaku sudah melaporkan ke Polres Mesuji. Bahkan ia menyimpan rekaman kejadian saat penodongan terjadi.

“Ada, rekaman video peristiwa itu, kita ada,” katanya.

Sampai hari ini, kata Dika, sudah ada empat laporan polisi (LP) atas kejadian pidana di wilayahnya yang dilaporkan ke pihak kepolisian. Sumber rilis.id