awalindo.com - Pengadilan Tinggi Bandung terus melakukan transformasi digital dalam pelayanan administrasi peradilan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Sistem Informasi Penyumpahan Advokat (SIPA) yang diikuti oleh 43 organisasi advokat, termasuk Peradi Awalindo. (06/07/2026)
Kegiatan sosialisasi secara resmi dibuka oleh Prof. Syahlan, SH., MH, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bandung. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kehadiran Aplikasi SIPA merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi penyumpahan advokat yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi.
Menurut Prof. Syahlan, implementasi SIPA akan memberikan kemudahan bagi organisasi advokat dalam melakukan pendaftaran dan pengajuan calon advokat yang akan mengikuti proses Penyumpahan dan Janji Advokat di Pengadilan Tinggi Bandung. Selain itu, aplikasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan tertib administrasi melalui sistem digital yang terintegrasi.
"Dengan adanya Aplikasi SIPA, proses pengajuan penyumpahan advokat menjadi lebih mudah, efisien, transparan, dan mendukung tertib administrasi berbasis transformasi digital di lingkungan Pengadilan Tinggi Bandung," ujar Prof. Syahlan.
Pada sesi berikutnya, Tim Informasi dan Teknologi serta Panitera Muda (Panmud) Pengadilan Tinggi Bandung menyampaikan pemaparan teknis mengenai penggunaan Aplikasi SIPA. Materi yang disampaikan meliputi mekanisme pendaftaran organisasi advokat, pengajuan permohonan penyumpahan, penginputan data calon advokat, pengunggahan dokumen persyaratan, proses verifikasi, hingga pencetakan kartu peserta yang dilengkapi QR Code untuk presensi digital. Berdasarkan buku panduan SIPA, sistem ini dirancang untuk mengelola seluruh proses penyumpahan advokat secara digital, mulai dari registrasi organisasi hingga penerbitan Berita Acara Sumpah (BAS).
Dalam aplikasi SIPA, organisasi advokat yang telah terverifikasi dapat mengajukan permohonan penyumpahan secara daring, memantau status permohonan secara real time, melakukan input data peserta secara manual maupun melalui impor Excel, mengunggah dokumen persyaratan, serta menerima notifikasi melalui WhatsApp pada setiap tahapan proses administrasi.
Hadirnya 43 organisasi advokat dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya komitmen organisasi advokat untuk mendukung modernisasi pelayanan administrasi di lingkungan peradilan. Salah satu organisasi yang turut hadir adalah Peradi Awalindo.

Dr. Aulia Taswin, S.H., M.H, Ketua Umum Peradi Awalindo
Ketua Umum Peradi Awalindo, Dr. Aulia Taswin, SH., MH, memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Bandung melalui pengembangan Aplikasi SIPA.
Menurutnya, digitalisasi administrasi penyumpahan advokat merupakan terobosan penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik di bidang hukum.
"Keberadaan Aplikasi SIPA merupakan terobosan administrasi modern yang mengandalkan platform digitalisasi sehingga proses penyumpahan advokat menjadi lebih efektif, efisien, dan transparan. Namun demikian, di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini, aspek keamanan siber harus menjadi perhatian utama. Sistem perlu dilengkapi dengan perlindungan berlapis agar tetap waspada terhadap potensi serangan hacker yang berniat mengambil database calon advokat yang akan mengikuti penyumpahan di Pengadilan Tinggi Bandung," ujar Dr. Aulia Taswin.
Ia menambahkan bahwa transformasi digital harus selalu diimbangi dengan penguatan keamanan informasi, perlindungan data pribadi, serta penerapan standar keamanan siber yang memadai guna menjaga kepercayaan organisasi advokat dan masyarakat terhadap sistem pelayanan peradilan berbasis elektronik.
Melalui pelaksanaan Sosialisasi Aplikasi SIPA ini, Pengadilan Tinggi Bandung diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan administrasi penyumpahan advokat yang profesional, modern, transparan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus menjadi model penerapan digitalisasi pelayanan peradilan yang mengedepankan efisiensi dan keamanan data.




















