Kehadiran Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Ilmu Hukum yaitu Indra Yuliawan, SH., MH mewakili Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Humaniora Universitas Ngudi Waluyo bersama para dosen bertujuan memberikan motivasi serta dukungan akademik kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan melalui Program RPL. Hal tersebut disampaikan oleh Kaprodi S2 Dr. Arista Candra Irawati, S.H., M.H. berharap kerjasama meningkatkan sumberdaya profesi advokat terus ditingkatkan dalam acara yang berlangsung di ruang pertemuan Sekretariat DPP Peradi Awalindo.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Peradi Awalindo, Dr. Aulia Taswin, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan program studi dan dosen UNW yang secara langsung memberikan semangat kepada mahasiswa.
Menurutnya, perhatian dan pendampingan dari perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi belajar mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari kalangan profesional dan praktisi yang mengikuti Program RPL. "Program RPL memberikan kesempatan yang luas kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja dan kompetensi di bidang tertentu untuk memperoleh pengakuan akademik secara resmi. Ini merupakan bentuk nyata hadirnya pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat," ujar Dr. Aulia Taswin.
Ia menjelaskan bahwa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau memiliki landasan hukum yang kuat, yakni Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 41 Tahun 2021 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau, yang mengatur mekanisme penyetaraan pengalaman kerja dan kompetensi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) atau kualifikasi tertentu.
Selain itu, implementasi program tersebut juga diperkuat melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Acara yang dikemas dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut sekaligus menjadi ajang temu kangen bagi mahasiswa Program RPL angkatan 2024–2025.
Para peserta yang hadir terlihat antusias dan penuh kebahagiaan karena sebagian besar telah berhasil menyelesaikan proses perkuliahan selama tiga semester secara daring (online) dan tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti wisuda pada September 2026 mendatang.
"Perjuangan mereka tidak mudah. Selain harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan kuliah, mereka juga harus menyelesaikan berbagai tugas akademik secara konsisten. Karena itu, keberhasilan mencapai tahap akhir studi patut diapresiasi," tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 55 peserta, yang terdiri atas dosen Universitas Ngudi Waluyo, sekitar 25 mahasiswa Program RPL Ilmu Hukum angkatan 2024–2025, serta sejumlah simpatisan dan anggota Networking Awalindo.
Pertemuan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara civitas akademika Universitas Ngudi Waluyo dengan mahasiswa serta mitra strategis Peradi Awalindo, sekaligus menjadi momentum untuk mendorong lahirnya lulusan Sarjana Hukum yang profesional, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pembangunan hukum di Indonesia.




















